Perkumpulan Japesda

Japesda

Lembaga Desa Mangrove Lestari: Semakin Dekat Menuju Pengelolaan Mangrove Berbasis Masyarakat

Japesda– Lembaga Desa Mangrove Lestari resmi dibentuk di Desa Uwedikan. Pembentukan Lembaga desa ini dilakukan seiring dengan rencana para nelayan maupun pemanfaat kawasan mangrove untuk memperoleh izin perhutanan sosial melalui skema hutan desa. Lembaga Desa (LD) merupakan lembaga yang bertanggung jawab mengelola hutan mangrove. Terpilih sebagai Ketua Lembaga Desa Mangrove Lestari Uwedikan, Saman Tose. Kepengurusan […]

Lembaga Desa Mangrove Lestari: Semakin Dekat Menuju Pengelolaan Mangrove Berbasis Masyarakat Read More »

Puasa selama enam bulan, Nelayan Desa Torosiaje Serumpun memanen gurita di tiga lokasi penutupan

Japesda- Setelah ditutup selama enam bulan lamanya, akhirnya para nelayan di Desa Torosiaje Serumpun: Desa Torosiaje, Desa Torsiaje Jaya dan Desa Bumi Bahari dapat memanen tiga lokasi yang telah ditutup sejak tanggal 4 November 2023. Pembukaan area tangkap ini dihadiri langsung oleh beberapa stakeholder yaitu Pemdes Torosiaje, BPD, tokoh masyarakat, tokoh adat, pengepul, nelayan perempuan,

Puasa selama enam bulan, Nelayan Desa Torosiaje Serumpun memanen gurita di tiga lokasi penutupan Read More »

Evaluasi tangkapan nelayan di Desa Kadoda

Japesda- Ada hal yang unik dari program Japesda di desa-desa pesisir binaan Japesda, program ini adalah pendataan tangkapan gurita yang didapatkan oleh nelayan. Dari pendataan ini akan dicatat bobot dan panjang gurita sehingga bisa dilihat sejauh apa perkembangan gurita yang ada di perairan lepas. Informasi mengenai pendataan ini kemudian akan disampaikan dan didiskusikan bersama nelayan

Evaluasi tangkapan nelayan di Desa Kadoda Read More »

Usai Ditutup Tiga Bulan, Nelayan Uwedikan Kembali Panen Gurita

Japesda – Setelah wilayah tangkap gurita ditutup selama tiga bulan lamanya, nelayan di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, akhirnya mulai membuka wilayah tersebut pada hari Rabu, 31 Januari 2024. Hasilnya sangat signifikan untuk nelayan. Sebagaimana diungkapkan oleh Arjuna, salah seorang nelayan perempuan penangkap gurita. “Gurita ini besar, tidak seperti tangkapan saya biasanya,” kata

Usai Ditutup Tiga Bulan, Nelayan Uwedikan Kembali Panen Gurita Read More »

Menilik Praktik dan Peran Gender Dalam Kehidupan Bajo Torosiaje

Penulis: Jalipati Tuheteru Gender merupakan perilaku yang dipelajari di dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang dikondisikan bahwa kegiatan, tugas atau tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki memiliki peran yang sama. Kemudian peran yang dijalankan patut diterima baik oleh laki-laki maupun perempuan. Peran gender dan praktiknya dapat berubah. Dipengaruhi oleh umur, kelas, ras, etnik, agama,

Menilik Praktik dan Peran Gender Dalam Kehidupan Bajo Torosiaje Read More »

Penyadartahuan Sampah Sekali Pakai Lewat Aksi Silent Campaign

Tampak pemuda Gorontalo tengah membentangkan poster berisi pesan kepedulian terhadap sampah dan bahaya sampah di tengah-tengah masyarakat saat melakukan aktifitas berolahraga di Gelanggang Nani Wartabone, Kota Gorontalo. Foto: Della Mutia Ibrahim Sampah di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo masih menjadi permasalahan yang tak terkendali. Terlebih diperparah kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap sampah sekali pakai. Merespon

Penyadartahuan Sampah Sekali Pakai Lewat Aksi Silent Campaign Read More »

Sardin Matorang: Penggerak Konservasi Laut Desa Kadoda

Ketua Kelompok Nelayan Kogito Sardin Matorang saat melakukan patroli rutin pada penutupan sementara lokasi tangkap gurita di Desa Kadoda, Kecamatan Talatako, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah. Foto: JAPESDA April 2021, ketika Jaring Advoksi Pengelolaan Sumberdaya Alam (JAPESDA) untuk pertama kalinya melakukan assessment di Pulau Papan, Desa Kadoda, Kepulauan Togean, Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah; Sardin Matorang

Sardin Matorang: Penggerak Konservasi Laut Desa Kadoda Read More »

Setelah Tiga Bulan Ditutup, Tangkapan Gurita Torosiaje Melimpah

Enumerator Jaring Advokasi Pengelolaan Sumberdaya Alam (JAPESDA) saat melakukan pengukuran berat gurita hasil tangkapan nelayan Desa Torosiaje setelah penutupan lokasi tangkap di buka kembali di sekitar Pulau Torosiaje Besar dan Torosiaje Kecil. Foto: Japesda Penutupan sementara lokasi tangkap gurita Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo dibuka kembali. Setelah Kelompok Nelayan Sipakullong melakukan penutupan sementara selama

Setelah Tiga Bulan Ditutup, Tangkapan Gurita Torosiaje Melimpah Read More »

Penutupan Sementara Lokasi Tangkap Gurita Torosiaje, Apa Saja Tantangannya?

Tim patroli pengawasan melakukan pemasangan kembali pelampung tanda larangan di lokasi penutupan sementara di Pulau Torosiaje Kecil dan Besar, Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Foto: Jalipati Tuheteru Sudah masuk bulan ke tiga, lokasi tangkap gurita di Desa Torosiaje, Kabupaten, Pohuwato, Provinsi Gorontalo ditutup sementara. Dimulai sejak 8 oktober 2022 lalu, dua lokasi

Penutupan Sementara Lokasi Tangkap Gurita Torosiaje, Apa Saja Tantangannya? Read More »

Mantan “Pelaut Ulung” dan Lika-Liku Menggeluti Usaha Gurita

Keseharian Ipin Mutama membeli gurita hasil tangkapan nelayan Desa Torosiaje. Foto: Jalipati Tuheteru Penulis: Jalipati Tuheteru Suku Bajo terbiasa hidup bersinggungan dengan lautan. Sebutan ‘pengembara laut’ cukup tersohor dan melekat pada suku yang menjadikan laut sebagai sumber makanan dan sumber penghasilannya. Ipin Mutama (40) Warga Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo merupakan warga asli Suku

Mantan “Pelaut Ulung” dan Lika-Liku Menggeluti Usaha Gurita Read More »