Perkumpulan Japesda

Gorontalo

Japesda Dorong Perhutanan Sosial di Desa Suka Makmur

  BULANGO ULU — Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) mendorong masyarakat Desa Suka Makmur, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, memperoleh akses legal untuk mengelola kawasan hutan melalui skema Perhutanan Sosial. Langkah itu diawali dengan sosialisasi, pembentukan kelompok, dan identifikasi potensi sumber daya alam desa pada Sabtu, (15/8/2026). Sosialisasi yang digelar di Kantor […]

Japesda Dorong Perhutanan Sosial di Desa Suka Makmur Read More »

Ketika Rumput Liar Ternyata Obat: Ilomata Merawat Kembali Pengetahuan Leluhur

Di pekarangan rumah-rumah warga Desa Ilomata, tumbuhan yang selama ini dianggap sekadar rumput liar ternyata menyimpan riwayat panjang sebagai obat. Pengetahuan itu telah diwariskan lintas generasi, dipraktikkan diam-diam di dapur dan pekarangan, namun perlahan kehilangan penuturnya. Hadija Maino (63) adalah salah satu dari sedikit orang yang masih menyimpan pengetahuan itu utuh. Sejak kecil, ia telah

Ketika Rumput Liar Ternyata Obat: Ilomata Merawat Kembali Pengetahuan Leluhur Read More »

Pohuwato, Benteng Terakhir Mangrove Gorontalo yang Kian Terkepung Tambak

Matahari baru separuh naik ketika rombongan mulai turun ke pesisir Desa Torosiaje, Pohuwato, pagi itu. Lumpur menempel di betis, dan satu per satu bibit mangrove — Ceriops sp., Bruguiera sp., Avicennia sp. — ditancapkan ke tanah yang basah. Dari pukul 08.00 hingga 11.00 WITA, sekitar tiga ribu bibit ditanam di lahan seluas kurang lebih satu

Pohuwato, Benteng Terakhir Mangrove Gorontalo yang Kian Terkepung Tambak Read More »

Dieksploitasi Industri Ekstraktif, Gorontalo Tetap Bertahan di Papan Atas Kemiskinan Nasional

Hutan alam Gorontalo yang terletak di Kabupaten Pohuwato Gorontalo dianugerahi hutan yang luas, kekayaan pesisir dan laut, keanekaragaman hayati yang tinggi, serta sumber daya alam yang melimpah. Namun, kekayaan alam tersebut tidak benar-benar dinikmati oleh masyarakat Gorontalo, masalah kemiskinan tak kunjung terselesaikan.  Saat ini kekayaan alam tersebut sedang dieksploitasi oleh industri ekstraktif, dimana keuntungannya hanya

Dieksploitasi Industri Ekstraktif, Gorontalo Tetap Bertahan di Papan Atas Kemiskinan Nasional Read More »

JAPESDA Dampingi Suku Bajo Petakan Tujuh Pulau Wilayah Kelola Laut

TILAMUTA – Masyarakat Suku Bajo di Desa Bajo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo mulai memetakan wilayah tangkap dan ruang kelola laut tradisional di tengah meningkatnya tekanan pemanfaatan ruang pesisir. Upaya tersebut difasilitasi oleh Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (JAPESDA) melalui Focus Group Discussion (FGD), pelatihan serta pendampingan pemetaan partisipatif. Direktur JAPESDA, Christopel Paino, mengatakan

JAPESDA Dampingi Suku Bajo Petakan Tujuh Pulau Wilayah Kelola Laut Read More »

Pernyataan Sikap Japesda atas Konflik Agraria di Popayato

Hentikan Kriminalisasi Warga Popayato, Realisasikan Hak Plasma 20% PT IGL yang Telah Dikhianati Selama Bertahun-tahun Gorontalo, 23 Mei 2026 – Pada tanggal 13 Mei 2026, warga Kecamatan Popayato dan Popayato Barat melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut realisasi kebun plasma 20% yang selama ini dijanjikan oleh PT IGL. Tuntutan tersebut merupakan hak masyarakat yang dijamin dalam

Pernyataan Sikap Japesda atas Konflik Agraria di Popayato Read More »

Perjuangkan Hak Tenurial, JAPESDA Bentuk Sekolah Advokasi Pesisir untuk Suku Bajo

Kawasan pesisir dan laut yang menjadi ruang hidup masyarakat Bajo di Tilamuta, Gorontalo, kian menyempit. Ruang gerak nelayan perlahan dibatasi oleh reklamasi pelabuhan, ekspansi pariwisata, hingga kebijakan tata ruang yang tidak berpihak pada masyarakat lokal, adat, hingga tradisional. Berdasarkan cerita turun-temurun, masyarakat Bajo di Tilamuta telah bermukim di kawasan tersebut sejak 1890-an. Namun, klaim itu

Perjuangkan Hak Tenurial, JAPESDA Bentuk Sekolah Advokasi Pesisir untuk Suku Bajo Read More »

Ruang Gerak Nelayan Kian Sempit, Japesda Dorong Pengakuan Hak Kelola Laut Desa Bajo

TILAMUTA – “Ruang gerak nelayan semakin sempit,” kata Nirmala, salah seorang perempuan nelayan Suku Bajo di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Bagi masyarakat Bajo di Tilamuta, laut bukan sekadar air, bukan pula sebatas pada urusan ekonomi yang dipetakan lewat zonasi. Di sana mereka hidup dan tinggal, melaut, membangun hubungan sosial, hingga ritus-ritus budaya yang diwariskan

Ruang Gerak Nelayan Kian Sempit, Japesda Dorong Pengakuan Hak Kelola Laut Desa Bajo Read More »

Ironi Peringatan Hari Bumi di Tengah Krisis Deforestasi di Gorontalo

International Earth Day atau Hari Bumi Sedunia diperingati setiap tanggal 22 April. Momen ini menjadi salah satu gerakan global terbesar yang dirayakan oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Berdasarkan sejarahnya, Hari Bumi pertama kali dicetuskan oleh Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin pada tahun 1960-an. Berbagai peristiwa penting memicu perhatian publik terhadap kerusakan

Ironi Peringatan Hari Bumi di Tengah Krisis Deforestasi di Gorontalo Read More »

281 Hektare Perairan Ditutup, Nelayan Torosiaje Menabung Gurita Selama Tiga Bulan

TOROSIAJE – Sejak dulu, laut sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pesisir. Mereka bergantung pada laut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah dengan menangkap ikan, termasuk juga gurita dan komoditi lainnya sebagai sumber mata pencaharian sehari-hari. Sudah satu lustrum  lamanya, kelompok nelayan Sipakullong menjalankan program pengelolaan perikanan

281 Hektare Perairan Ditutup, Nelayan Torosiaje Menabung Gurita Selama Tiga Bulan Read More »