Perkumpulan Japesda

Karhutla Melanda Ilomata, Api Merembet ke Kebun Warga

Bekas lahan yang terbakar di Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Foto: Wa Ode Saritilawa, (4/9/2026). Foto Ilustrasi.

GORONTALO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan hutan Desa Ilomata, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Kamis (1/10/2026). Api dilaporkan merembet ke sekitar lahan perkebunan warga.

Lokasi kebakaran berada di kawasan pegunungan yang berdekatan dengan lahan pertanian masyarakat dan berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Berdasarkan informasi dari warga, asap mulai terlihat sekitar pukul 14.00 WITA. Sejumlah warga menyebut api terlihat bergerak dari arah Dusun Biluango, Desa Mongiilo Utara, menuju kawasan perkebunan masyarakat di Desa Ilomata.

Hingga Kamis sore, titik api masih terlihat di sekitar kawasan hutan dan lahan perkebunan. Namun, belum diketahui luas lahan yang terbakar maupun apakah api telah memasuki kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Rahman Mooduto, warga Desa Ilomata, mengatakan api diduga berasal dari area perkebunan warga. Namun, ia belum mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut.

“Api diduga berasal dari perkebunan warga,” kata Rahman.

Hingga Kamis sore, belum ada warga maupun relawan yang mendatangi langsung titik api untuk melakukan pemadaman. Kondisi medan yang terjal menjadi salah satu kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan pegunungan. Selain itu, sumber air yang cukup jauh dari titik api membuat upaya pemadaman menjadi lebih sulit.

Kondisi lahan perkebunan warga di Gorontalo yang mengering akibat minimnya curah hujan beberapa bulan terakhir. Jumat (02/10/2026). Foto: Renal Husa

Rahman mengatakan warga masih memantau pergerakan api dari sekitar permukiman dan lahan pertanian. Warga juga belum mengetahui secara pasti luas lahan yang terbakar maupun arah pergerakan api selanjutnya.

Penyebab kebakaran dan luas kawasan yang terdampak hingga kini masih belum diketahui. Informasi mengenai apakah api telah memasuki kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone juga masih menunggu kepastian dari pihak terkait.

Sementara itu, Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Gorontalo mencatat terdapat 742 titik panas (hotspot) di Provinsi Gorontalo sepanjang Agustus 2026.

Pada periode tersebut, kondisi cuaca di Gorontalo masih cenderung kering. Suhu rata-rata tercatat sekitar 25,8 derajat Celsius pada Agustus dan diperkirakan meningkat menjadi sekitar 26,6 derajat Celsius pada Oktober 2026.

Data tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran perlu tetap diwaspadai, terutama ketika kondisi cuaca semakin kering dan suhu meningkat. Kondisi vegetasi yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi kebakaran.*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *